Persiapkan Lahan
Pertama, persiapkan lahan untuk ditanami tomat. Bersihkan lahan dari rumput liar dan gulma, lalu bajak agar gembur. Selanjutnya, buat bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjangnya sesuai dengan kondisi tanah, dan tingginya 20-40 cm untuk tanah kering.
Untuk mengontrol drainase pada lahan sawah, tinggi bedengan harus antara lima puluh hingga enam puluh centimeter.
Selanjutnya, buat lubang di bedengan dengan jarak yang tepat untuk tanam. Biasanya, jarak antarbarisan adalah 60-80 cm dan jarak barisan adalah 40-50 cm. Oleh karena itu, Anda dapat menanam antara 25.000 dan 30.000 tomat per hektar.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi saat melakukan pembibitan. Pertama, karena biji biasanya sulit untuk tumbuh, pilihlah biji yang utuh, tidak cacat atau luka. Kedua, pilihlah biji yang sehat, artinya tidak terkena hama atau penyakit. Ketiga, pastikan biji atau benih bebas dari kotoran, dan keempat, pastikan biji atau benih tidak keriput.
Jika Anda ingin menyiapkan benih tomat, Anda dapat memilih untuk membeli benih yang sudah siap tanam atau membuatnya sendiri. Jika Anda memilih untuk membeli benih, pastikan Anda membelikannya dari toko pertanian yang terpercaya, memiliki kualitas yang baik, dan pastikan mereka sudah bersertifikat.
Langkah berikutnya adalah menyemai benih. Pertama, bersihkan bebijian atau benih tomat yang telah Anda pilih. Tidak ada masalahnya. Semua yang perlu Anda lakukan adalah merendam benih dalam campuran fungisida. Oleh karena itu, mikroorganisme yang menyebabkan penyakit dapat mati karena hal ini.
Informasi tambahan, ada beberapa cara untuk menyemai di bedeng persemaian:
Pertama, letakkan benih tomat secara merata di seluruh permukaan bedeng dan tutup dengan tanah tipis. Kemudian, buat guritan di dalam bedeng sedalam 1 cm dengan jarak antar guritan 5 cm. Kemudian, biji dimasukkan secara merata atau tidak bertumpuk ke dalam guritan. Setelah itu, tutup dengan tanah tipis.
Dua, buat lubang tanam dengan jarak lima sentimeter dan kedalaman satu sentimeter. Masukkan satu atau dua benih ke dalam satu lubang tanam, lalu tutup dengan tanah tipis.
Ketiga, penyemaian dapat langsung dilakukan dalam kantong polybag yang sudah diisi dengan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. cukup diisi satu benih, kemudian tanamkan benih dengan kedalaman sekitar 1 cm. Setelah biji ditanam, bagus untuk membasuh media semai dengan air.
Pemeliharaan Bibit:
Di awal masa pertumbuhan, bibit tanaman harus dipelihara secara intensif dan diawasi secara ketat. Anda harus melakukan beberapa tindakan untuk memelihara. Pertama, tahap penyiraman. Pada tahap ini, tanaman disiram setelah benih dimasukkan ke dalam bedeng persemaian dan hingga tanaman siap untuk diangkut ke kebun.
Penyiraman dilakukan dua kali setiap hari: pagi dan sore. Agar bibit tanaman yang sudah atau baru tumbuh tidak rusak, penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau gembor yang memiliki lubang halus. Kedua, tahap penyiangan. Di sini, tanaman pengganggu dapat dicabuti langsung tanpa alat. Namun, sesuai dengan kondisi tanaman, penyiangan sebaiknya dilakukan seperlunya saja.
Ketiga, fase pemupukan. Beri pupuk kandang di media persemaian dan pupuk kimia NPK secukupnya. Setelah benih tomat tumbuh menjadi bibit, ditambahkan pupuk tambahan. Keempat, pencegahan dan pemberantasan hama harus dilakukan. Di titik ini, perlu diketahui bahwa hama dan penyakit yang menyerang benih biasanya berasal dari jenis serangga, seperti semut, atau nematoda, seperti cacing tanah. Untuk mencegah pertumbuhan hama dan penyakit, sterilisasi tanah dilakukan, dan kemudian semprot obat untuk menghapus hama dan penyakit.
Penanaman Bibit:
Setelah berumur 30 hingga 45 hari di persemaian, bibit tomat dapat dipindahkan ke kebun. Pilih bibit yang tampak segar dan tidak rusak saat menanamnya di kebun. Ini menunjukkan bahwa bibit bebas dari hama atau penyakit tanaman lainnya. Pilih waktu terbaik untuk menanam bibit: pagi atau sore hari. Cuaca masih dingin saat itu, mencegah tanaman layu. Ada baiknya memperhatikan prosedur yang baik dan benar saat memindahkan bibit di kebun. Sebab, pemindahan bibit yang salah dapat membahayakan akar tanaman. Akibatnya, bibit yang telah ditanam akan mengalami kesulitan dalam pertumbuhan atau bahkan bisa mati.
Pemindahan bibit dari persemaian terjadi dalam dua tahap. Pertama, sistem cabut: bibit dicabut dengan hati-hati dari persemaian setelah cukup umur. Namun, untuk memudahkan pencabutan dan menghindari kerusakan akar, bedeng persemaian harus dibasahi dengan air sebelum bibit diambil. Dalam sistem putara, bibit diambil bersama tanahnya, tetapi tanah harus dibasahi dengan air terlebih dahulu.
Kedua metode ini dimaksudkan untuk pembibitan bibit secara langsung pada bedeng tanah persemaian. Sebaliknya, untuk bibit yang disemaikan dalam bumbung atau kantong, bumbung harus dibasahi terlebih dahulu, kemudian keluarkan bibit dan tanah dari kantong dengan memotong kantong.