1. Syarat Pertumbuhan

a. Iklim

– Iklim kering lebih cocok untuk mentimun lenirtavi dibandingkan dengan iklim basah.

– Dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 750 – 1250 mm/bulan.

– Suhu udara rata-rata harian yang optimal untuk pertumbuhan tanaman mentimun adalah 18 – 24°C (siang hari) dan 15 – 20°C (malam hari).

b. Media Tanam

– Pada dasarnya mentimun lencir tavi menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah.

– Dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah, asalkan drainase dan aerase tanah cukup baik.

– Membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan organik. 

– Toleransi keasaman tanah sebagai syarat pertumbuhan yang baik adalah tanah dengan pH 5 – 7.

c. Ketinggian Tempat

Mentimun Lencir  Tavi  cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 315 mdpl di wilayah kabupaten Kediri. 

2. Persemaian 

Sebelum penanaman, benih mentimun perlu disemai terlebih dahulu agar tanaman dapat tumbuh seragam. Berikut langkah-langkah persemaian benih Mentimun :

– Menyiapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan (1 : 2).

– Masukkan media tanam dalam polybag plastik kecil kemudian disiram air agar kondisinya lembab, kemudian benih yang telah diperam dimasukkan satu persatu dalam polybag lalu ditutup kembali.

– Penyiraman dilakukan setiap hari (melihat kondisi tanah).

– Setelah bibit berumur 2-3 minggu (berdaun 5-6) maka bibit siap ditanam.

3. Pengolahan Media Tanam 

Dalam mempersiapkan penanaman, dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu yaitu dilakukan dua kali pencangkulan. Pertama biarkan bongkahan selama 7 hari, pencangkulan kedua sekaligus meratakan, menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa – sisa akar tanaman sebelumnya.

Selanjutnya untuk memudahkan pekerjaan pemeliharaan di buat  bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100 cm, panjang 12 meter  dan tinggi 30 cm. Jarak antar bedengan 50-50 cm, selain sebagai jalan juga untuk saluran irigasi (pengairan). Selanjutnya untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah pertumbuhan gulma, bedengan di tutup dengan mulsa plastik hitam perak.

4. Teknik Penanaman 

Jarak tanam optimum untuk mentimun Lencir  Tavi yaitu 50 x 50 cm. Jarak  tanam hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam. Pembuatan lubang dengan cara ditugal sedalam 8 – 10 cm sesuai jarak tanam. Untuk penanaman bibit mentimun yang sudah siap tanam dilakukan transplanting dengan cara memisahkan bibit dari polybag  dan ditanam sesuai jarak tanam yang telah ditentukan. Waktu pindah tanam yang baik adalah sore hari. 

5. Pemeliharaan Tanaman 

a. Penyulaman

Penyulaman dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 7 hst, apabila dalam satu lubang ada yang mati dilakukan penyulaman segera, untuk menjaga agar produksi tetap baik. Waktu penyulaman dilakukan pada sore hari agar tidak layu dan mudah untuk beradaptasi.

b. Pemasangan ajir 

Lencir Tavi merupakan tanaman tipe tumbuh melilit. Maka perlu di beri ajir untuk menompang pertumbuhan tanaman supaya perkembangannya dapat lebih baik. Ajir yang digunakan adalah ajir bambu yang panjangnya 180 cm dan lebar 5 cm. lanjaran bambu tersebut ditancapkan di dekat tanaman pada saat tanaman berumur 14 – 20 hari setelah pindah tanam. Agar ajir kuat dan kokoh diperlukan tali pengait di antara ujung – ujung bambu.

c. Penyiangan 

Penyiangan pertama pada tanaman dilakukan pada umur 2 – 3 minggu setelah pindah tanam. Penyiangan kedua dilakukan pada saat tanaman mulai berbunga atau vase vegetatif maksimal dan dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kured. Apabila lahannya luas dapat juga dengan menggunakan herbisida.

6. Pemupukan 

Pemupukan diaplikasikan beberapa tahap dan dilakukan 7 hari sekali dengan dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut :

– Tahap I umur 15 hst (saat pertumbuhan awal) mengunakan pupuk NPK dosis 30 kg/ha dengan cara dilarutkan dengan air dengan dosis 100 gram/10 liter air dan 50 ml/tanaman.

– Tahap II umur 30 hst (saat fase vegetatif  maksimal) menggunakan pupuk NPK (Phonska) dosis 40 kg/ha dicampur pupuk ZA dosis 10 kg/ha dengan cara ditugal 3 g/tanaman.

– Tahap III umur 45 hst (saat fase generatif) menggunakan pupuk NPK dosis 40 kg/ha dicampur  pupuk ZA dosis 10 kg/ha dengan cara ditugal 3 g/tanaman.

– Tahap selanjutnya untuk meningkatkan hasil produksi, maka setiap selesai panen ke 2 atau ke 3 sebaiknya dipupuk kembali menggunakan NPK buah (mutiara 16-16-16) dengan dosis 30 kg/ha dengan cara dilarutkan dengan air dengan dosis 100 gram/liter dan 100 ml/tanaman.

7. Pengairan dan penyiraman 

Mentimun Lencir Tavimenghendaki kondisi tanah yang lembab namun tidak becek. Bila tidak hujan selama 3 hari, tanah harus diairi, dengan cara tanaman digenangi air selama 30 – 60 menit. Kelebihan air akan menyebabkan akar membusuk, maka perlu diberi saluran pembuangan untuk menghindari kelebihan air.

8. Pengendalian Hama dan Penyakit

Jenis hama dan penyakit yang menyerang dengan dosis sesuai dengan rekomendasi pada masing-masing pestisida yang digunakan. Penyemprotan dilakukan secara merata pada permukaan daun (atas dan bawah) dan batang tanaman. Penyemprotan dilakukan pagi hari atau sore hari. Untuk meningkatkan hasil dalam penyemprotan perlu ditambahkan pupuk pelengkap cair dan perekat.

9. Panen 

Mentimun varietas LENCIR TAVIdilakukan panen pertama pada saat tanaman berumur 40 – 42 hari setelah tanam, tergantung jenis tanah dan ketinggian tempat. Ciri – ciri buah siap panen apabila sebagian besar buah telah berubah warna dan buah dam ukuran buah seragam . Waktu panen yang baik adalah pagi .

Cara panen yang dilakukan biasanya dengan cara memotong tangkai buah dengan menggunakan gunting atau manuat tanggan dengan sangat hati-hati  karena apabila buah tergores alat pemotong dapat menimbulkan luka pada bagian tanaman itu sendiri. Kalau hal ini terjadi maka cendawan atau bakteri dapat masuk kedalam jaringan, sehingga kualitas buah menurun. Pelaksanaan  panen dapat dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan buah yang benar-benar siap dipanen. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh buah yang seragam dalam tingkat kemasakannya.